Kamis, 19 Januari 2017

Digigit Ulat Bulu

Hasil gambar untuk gambar ulat bulu       
              Semilir angin...sepoi  begitu sejuk  menyambut pagi di bulan suci. Ramadhan bulan yang penuh berkah yang dinanti-nanti oleh semua umat Muslim baik yang masih kanak-kanak maupun yang sdh dewasa. Bulan penuh ampunan dan keutamaan. Di dalamnya ada malam lailatul Qadar satu malam yang lebih utama dari seribu bulan. Seluruh umat Muslim yang sudah dewasa, sehat dan mampu melaksanakan puasa satu bulan penuh untuk menjalankan kewajiban dan meraih ketaqwaan, kemuliaan dan pahala.
         Farida meski baru berusia 6 tahun sudah disuruh puasa juga oleh orangtua dan nenek-kakeknya. Tanpa mengeluh sedikitpun Farida menjalani puasa dengan penuh kesadaran karena dalam benaknya tertanam 'perintah Alloh SWT yang harus dijalankan'. Memang rasa perih di lambung juga dialami, bahkan lemas, lapar, haus dan capai. Tapi baginya itu semua adalah hal yang 'biasa' sebagai resiko orang berpuasa. Memang mental dan kedewasaan Farida berbeda dengan anak-anak lain seusianya, bahkan dai semua adik2nya, termasuk kedewasaan dalam menerima perintah Tuhan dari agamanya.
          Seperti biasa...pagi setelah makan sahur dan shalat subuh berjamaah di masjid, anak-anak langsung jalan-jalan dan lari-lari pagi. Dengan penuh ceria berlari-lari kecil kebiasaan menjaga stamina yang diajarkan oleh orangtua2 mereka. Sambil lari pagi juga mencari buah-buah yang jatuh dari pohon di pinggir jalan atau yang ada di kebun2 tetangga untuk di bawa pulang. Sungguh bahagia rasanya saat menemukan buah-buah tersebut. Meski demikian tidak pernah sekalipun mengambil buah tanpa ijin si pemilik / mencuri bahakan terbersitpun tidak, mungkin karena mereka telah dibekali ajaran Islam yang kuat, meskipun sang pemilik pohon tidak melihat. Pemilik pohon sendiri bahkan ikut memungutkan buah yang jatuh lalu diletakkan di pagar dengan tujuan supaya diambil anak-anak ketika lari pagi.
Khusus tiap bulan ramadhan, buah-buah yang didapatkan tidak dimakan tetapi di bawa pulang untuk bekal berbuka puasa sore harinya.
"Bugs..." Suara benda jatuh. Anak-anak berlarian saling mendahului berusaha mendapatkan buah Mundu yang ranum dan harum.
"Horee...aku dapat..." Seru Amir kegirangan.
"Coba, lihat..." Ahmad mendekat.
"Nih...besar, kan ?!" Amir mengulurkan tangan menunjukkan buah perolehannya.
"Wuih...mantaaap...., rejekimu, Mir..." Kata Aliya melihat buah mundu matang yang aduhai...tampaknya...maklum lagi puasa....jadi ngliat buah aja rasanya pengiiiin...buanget.
            Lalu rombongan anak-anak berlari-lari kecil lagi melanjutkan route jalan-jalannya. Farida memang jarang dapat karena termasuk yang termuda dan kalem, jadi tidak bisa berebut agresif seperti teman2nya, hanya kadang-kadang saja kalau kebetulan tanpa sengaja ada buah yang jatuh di depannya.
"Ih, aku nemuin sawo, nich..." Tiba-tiba di dekat kaki Farida ada buah sawo jatuh.
"Wah, iya...busuk ngga, da...? Tanya Mila yang jalan disebelahnya.
"Nich, lihat sendiri..." Jawab Farida ramah
"Coba Lihat !" Budi mendekat sambil berusaha meraih sawo dari tangan Farida.
"Wow....lumayan juga, nich, ngga busuk, koq...aduh...kapan aku dapat giliran, ya...temen2 udah pada dapat, koq aku malah belum, y...? "Lanjut Budi setelah melihat Sawo Farida.
"Ayo, cepet larinya ..dah siang , tuh...kita mau mancing..." Ajak Ari pada teman-temannya.
             Beberapa meter berlari-lari kecil, tiba-tiba....
"Iiih...kenapa, ya...koq aku gatal-gatal....seru Farida dsambil menggaruk-garuk kecil kelopak mata kanannya.
"Coba , aku lihat...."Rini berusaha mendekat dan memeriksa mata Farida.
"Lho...tuh matamu bengkak, jangan-jangan kamu digigit ulat..." Kata Rini
"Hah...ulat ? Aku geli,...hihihi..." Farida berjingkat-jingkat berlarian kegelian karena merasa geli bukan main. Memang Farida paling tidak tahan kalau melihat ulat, cacing dan sejenisnya, binatang-binatang kecil itu.
"Eh, sini ! Aku lihat...malah lari..." Kata Rini ikut lari mendekat ke Farida.
"Ach, aku geli ! Jerit Farida memeluk Aliya yang sudah didekatnya.
"Ih, tuh, ada Ulat di bahumu, da !" Aliya menjerit menunjuk ke bahu Farida
"aaahh...aku takuuut...., toloong...."Jerit Farida geli...Bukannya menolong malah Teman-teman perempuan berlarian menjauh dari Farida, maklum...pada geli....
 Akhirnya Farida mengibas-ngibaskan tangannya sendiri berusaha   membuang ulat bulu yang menempel di bahu kanannya. Rupanya ulat bulu yang menggigit kelopak mata Farida jatuh ke bahu kanannya. Jatuhlah ulat itu....
"Ups , mati, kamu ! Seru Budi sambil menginjak ulat bulu yang jatuh dari bahu Farida. Akhirnya Ulat bulu itupun mati remuk karena digilas sandal japit Budi....
"Yuk, kita pulang ! " Ajak Farida pucat....
"Yuuuk...." Jawab teman2 hampir bersamaan.

Cilacap, kamis 19 januari 2017