Jumat, 27 Juni 2014

KELAHIRANKU

Bulan dan pohon

             Malam yang cerah bagai cerahnya hati pasangan suami istri Muhammad-Salma yang sedang menanti kelahiran anak pertamanya. Belum tahu kapan bayi mungil itu akan lahir karena mereka hidup di desa terpencil yang dikelilingi sawah, ladang dan hutan lindung. Maklum pasca menikah langsung ditugaskan di daerah terpencil itu untuk memimpin proyek pembangunan jalan pemerintah Kawunganten-Cilacap. Desa kubangkangkung desa yang masih sangat tertinggal, sepi, alami tanpa vasititas. Yang ada hanya alam yang masih perawan dengan penduduk desa yang lugu bagai suku pedalaman. 
               Malam ini adalah malam 15 sya'ban, malam dimana umat Islam biasa mengadakan shalat tasbih berjamaah di masjid karena pada malam itu di katakan dalam hadis sebagai malam di angkatnya amal perbuatan manusia selama 1 th. Dalam hadis juga dikatakan bahwa pada malam ini Rosululloh SAW pernah di cari di tempat tidur beliau oleh istri tercintanya Aisyah r.a, tetapi tidak ada karena sedang berada di kuburan Baqi untuk mendoakan para Mukminin yang sudah meninggal terlebih dahulu.
                 Masjid telah dipenuhi jamaah yang telah siap beribadah bersama, tapi Ustadz Muhammad belum datang juga. Ustadz Muhammad telah siap berangkat ke masjid namun tidak mengajak istri tercintanya karena sedang hamil tua dan tinggal menunggu lahir saja. Tiba2 dari arah kamar ......
" Mau ke masjid, pak ?" Nyai Salma bertanya pada suainya
" Iya...emangnya kenapa, bu ?" jawab Beliau
" Ya, nda papa sih, kalau Bapak mau ke mesjid, ya silahkan , tapi...kayaknya nda bisa menyaksikan kelahiran anak kita..." jawab Salma
" Lho, memangnya, ibu sudah mau melahirkan ? Apa sudah ada tanda2 mau melahirkan ?" tanya Suaminya.
" Iya...." jawab istrinya.
" Oh, kalau gitu Bapak nda jadi ke mesjid, sebentar aku bilang ibumu dulu." jawab Muhammad gugup.
" Ah...nda usah, pak..." sanggah istrinya.
" Memangnya kenapa ?" tanya Muhammad
" Aku malu..." kata istrinya.
" Lho, ya nda usah malu, to....semua perempuan kan melahirkan,ibu juga pernah melahirkan malah sampai 14 kali, lagi pula kan ibu lebih berpengalaman, jadi nanti kita tahu apa yang harus kita lakukan, to...." jelas Muhammad
" Ya, terserah bapak, kalau begitu.....'' jawab istrinya menurut.
                 Pak Muhammad bergegas menemui ibu mertuanya mengabarkan keadaan anak kesayangannya yang hendak melahirkan anak pertamanya. Spontan saja ibundanya, melonjak kegirangan langsung menuju rumah ananda tercinta yang hanya berjarak beberapa meter bersebelahan dengan Beliau.
" Ayo, Mad...kamu panggil dukun, sana cepat !' perintah bu Inah, mertuanya.
" Njih, bu..." Muhammad bergegas pergi menuju rumah Dukun Bayi, orang yang biasa membantu persalinan di desa terpencil, maklum di sini belum ada Bidan apalagi Dokter. Cukup jauh juga jarak perjalanan ke rumah mbah Dukun. Untungnya Muhammad adalah pemuda tangguh, ulet dan pemberani, meski harus melintasi hutan dalam kegelapan dan diiringi suara-suara menyeramkan hewan hutan yang bersautan melantunka kidung peringatan bagi manusia supaya tidak terlelap tidur tanpa sadar bahwa dunia ini hanya tempat singgah sementara.
                   Akhirnya dengan bekal obor daun kelapa kering ( klari-jawa ) Muhammad dan   Mbah Tuyem sampai juga di rumah sederhana tempat Salma dan keluarganya menunggu.
"Kapan kamu mulai merasa mules2 ?" tanya mbah Tuyem pada Salma.
" Tadi sore, mbah..." jawabnya.
" Oh, ya....ayo sini, coba saya periksa dulu..." mbah Tuyem memanggil Salma. Salma menurut, mengikuti mbah Tuyem yang berjalan mengarah ke kamar yang ditunjukkan Muhammad.
" Monggo, mbah..." kata Salma
" O....Bagus...ya...posisinya sudah mapan,ini...tidak sampai besok ,Insya Alloh lahir malam ini, ayo siapkan 'ubo rampenya." ( peralatan -jawa ) mbah Tuyem manggut2 sambil tangannya tak lepas dari sekitar bagian perut Salma.
" Syukur, mbah...memang itu yang kita harapkan. " Salma menimpali.
                  Para jamaah masjid sudah pulang ke rumah masing2 dan mereka langsung tidur lelap. Maklum alam desa terpencil sangat sepi dan gelap sehingga membiasakan para penduduknya tidur awal. Meski malam itu malam Nisfu Sya'ban. Muhammad yang tadi tidak jadi ke mesjid karena kewatir tidak bisa menyaksikan anaknya lahir, mengambil air wudhlu untuk shalat Isa dan shalat tasbih sekalian mendoakan kelancaran dan keselamatan Bayi dan ibunya saat melahirkan nanti. Sementara Keluarga yang berkumpul dan Mbah Dukun serta salma sedang menunggu kelahiran bayi sambil 'lek-lek-an ( terbagun malam-jawa ) di malam Nisfu sya'ban yang penuh berkah ini.
                Pada hari itu, senin tanggal 14 malam 15 syaban bertepatan dengan tgl 27 malam 28 Oktober 1969 jam 00.00 atau jam 12 malam, tiba2...
"oe...oe...." suara bayi mungil penduduk baru hadir ke dunia. Seorang anak perempuan yang sehat, bertubuh sintal, kulit kuning, rambut hitam tebal, mata sipit, ada lesung pipit di pipi kanannya lahir membawa kebahagian di keluarga besar Ustadz Muhammad.
" Alhamdulilllahirobbil 'alamiin.....serentak Ustadz Muhammad dan keluargan mengucap syukur hampir bersamaan meski tidak ada yang memimpin. Kecuali mbah Tuyem karena belum begitu terbiasa dengan kalimah toyyibah, maklum masyarakat kampung ini memangan kaum 'abangan', belum mendalami Islam. Seorang putri pertama keluarga Ustadz Muhammad lahir bertepatan malam penuh berkah malam nisfu sya'ban dan bertepatan malam hari sumpah pemuda, serta hari senin hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, semoga menjadi berkah dan cahaya bagi Islam , negara dan Keluarga, Aamiin.
               Ustadz Muhammad langsung mengumandangkan adzan di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri  Bayi perempuan mungil yang cantik itu. Subhanalloh wal hamdulillah wala ilaha Illallohu walllohu akbar. Pada malam yang mulia dan penuh berkah, malam di mana umat Islam beribadah mendekatkan diri kepada Alloh, memohon ampun dosa2 yang telah lalu dan memohon keberkahan umur yang akan datang, serta memeprbanyak amal ibadah supaya ketika amalnya diangkat, sedang dalam keadaan baik, beribadah kepada Alloh SWT, putri pertama Ustadz Muhammad di lahirkan. Sungguh anugerah yang indah dan tak ternilai harganya dengan apapun juga. Semoga kelahiranya yang bertepatan dengan malam yang mulia akan menjadikan putri mungil ini perempuan sholihah lahir batin yang membawa kebaikan bagi dirinya, keluarganya dan sesama. Amiin.
Cilacap, jumat 27 juni 2014
        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar